Deretan Kabar Fashion Terpanas Minggu Ini dari Milan hingga Tokyo
Nike Gandeng Central Cee untuk Koleksi Syna
Kolaborasi antara Nike dan rapper Inggris Central Cee resmi naik kelas. Setelah sukses dengan kolaborasi sneakers, keduanya kini memperkenalkan rangkaian busana lengkap di bawah payung label Syna, brand milik Central Cee sendiri.
Koleksi ini mengusung estetika tech-wear premium yang kental dengan identitas “roadman” khas London Barat. Siluet utamanya mencakup puffer jacket tebal, track pants serasi, hingga set tech fleece yang dirancang fungsional namun tetap statement. Palet warna yang digunakan cenderung minimal namun tegas, menonjolkan logo Nike dan Syna secara berimbang.
Langkah ini menandai fase penting bagi Central Cee, yang kini tidak lagi sekadar wajah kolaborasi, tetapi pemilik ekosistem kreatif yang terintegrasi. Bagi Nike, kolaborasi ini memperkuat posisinya di persimpangan musik, street culture, dan fashion performatif. Koleksi Syna diprediksi akan langsung sold out saat dirilis pada Spring 2026, mengingat basis penggemar sang rapper yang masif dan loyal.
Rhuigi Villaseñor Buka Rhude Lounge di Lake Como
Pendiri Rhude, Rhuigi Villaseñor, kembali membuat gebrakan. Kali ini bukan lewat runway atau koleksi kapsul, melainkan melalui dunia hospitality mewah. Pada Maret 2026, ia dijadwalkan membuka Rhude Lounge, sebuah private members’ club eksklusif di kawasan Lake Como, Italia.
Rhude Lounge akan menjadi manifestasi fisik dari filosofi modern luxury ala Villaseñor. Interiornya dikabarkan dirancang langsung olehnya, memadukan nuansa California cool—yang santai dan maskulin—dengan kemewahan klasik Italia. Ruang ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ekosistem gaya hidup yang terkurasi ketat.
Langkah ini mempertegas transformasi Rhude dari brand streetwear premium menjadi full-fledged luxury lifestyle brand. Dengan memasuki ranah pengalaman (experience-based luxury), Rhude mengikuti jejak brand besar yang melihat masa depan fashion bukan hanya pada produk, tetapi pada ruang, komunitas, dan identitas sosial.
Carhartt WIP Rilis Denim Eksklusif Jepang
Sementara Eropa bicara kemewahan, Jepang kembali menjadi pusat perhatian lewat rilisan eksklusif dari Carhartt WIP. Menyambut Tahun Baru, Carhartt WIP meluncurkan capsule denim edisi terbatas khusus pasar Jepang.
Koleksi ini berakar pada DNA workwear klasik Carhartt, namun diperkaya sentuhan Japanese craftsmanship yang terkenal presisi dan detail. Sorotan utama jatuh pada Chore Coat denim dan Double Knee Pants dengan teknik pudar khusus, serta detail branding “New Year 2026”.
Jepang selama puluhan tahun dikenal sebagai “tanah suci” bagi pencinta denim. Dengan membatasi rilisan ini secara regional, Carhartt WIP tidak hanya menciptakan eksklusivitas, tetapi juga menunjukkan penghormatan pada kultur lokal yang ikut membesarkan reputasi global denim itu sendiri.
Nike Rayakan 41 Tahun LeBron James lewat Koleksi Grafis
Masih dari Nike, brand raksasa ini juga merayakan ulang tahun ke-41 legenda NBA LeBron James melalui koleksi T-shirt grafis bertajuk “LeBron 23”. Koleksi ini berfungsi sebagai retrospektif visual atas perjalanan karier LeBron yang luar biasa.
Desainnya memadukan tipografi tegas, simbol mahkota ikonik, dan visual yang merefleksikan berbagai era LeBron di NBA. Secara estetika, koleksi ini berada di persimpangan sportswear dan streetwear—cukup fleksibel untuk dipakai di lapangan maupun dalam gaya harian.
Lebih dari sekadar merchandise, koleksi ini menegaskan posisi LeBron sebagai ikon lintas generasi. Di usia 41 tahun, ia bukan hanya atlet aktif, tetapi simbol ketahanan, konsistensi, dan relevansi budaya.
BAPE Perkenalkan Koleksi SS26 “A Golden Era”
Legenda streetwear Jepang A Bathing Ape atau BAPE kembali merayakan akarnya lewat koleksi Spring/Summer 2026 bertajuk “A Golden Era.” Musim ini, BAPE secara sadar menoleh ke era kejayaannya di akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Koleksi ini menghadirkan kembali ABC Camo klasik, Shark Hoodie dengan tekstur dan potongan diperbarui, serta outerwear oversized bernuansa collegiate. Namun, ini bukan sekadar nostalgia kosong. BAPE berupaya menjembatani warisan visual era Nigo dengan selera generasi hype masa kini yang lebih beragam dan global.
Di tengah maraknya brand baru, langkah BAPE ini menjadi pengingat bahwa arsip dan identitas historis tetap menjadi aset paling kuat dalam streetwear.
Kesimpulan: Fashion Bergerak ke Arah Gaya Hidup
Jika dirangkum, kabar fashion minggu ini menunjukkan satu benang merah: fashion tidak lagi berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan musik, olahraga, hospitality, dan budaya lokal. Nike bermain di ranah musik dan legacy atlet, Rhude mengekspansi pengalaman mewah, Carhartt dan BAPE memanfaatkan kekuatan heritage.
Awal 2026 menjadi penanda bahwa brand yang bertahan bukan hanya yang paling trendi, tetapi yang mampu membangun dunia—a lifestyle universe—di sekitar produknya.
Baca Juga : 6 Ide Outfit Sesuai Prediksi Tren Warna Fashion 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

