Mahasiswa Kreatif Unesa Sulap Jeans Bekas Jadi Tas Ramah Lingkungan
Kreativitas anak muda kembali menunjukkan perannya dalam menjawab persoalan lingkungan. Melalui program BONEK (Bootcamp Unesa Kewirausahaan), sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Surabaya menghadirkan inovasi yang menggabungkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan semangat kewirausahaan. Mereka menyulap celana jeans bekas yang tak lagi terpakai menjadi produk baru berupa tas ramah lingkungan yang memiliki nilai jual.
Berangkat dari keprihatinan terhadap dampak industri fast fashion, para mahasiswa ini mendirikan Re.Jeans Project, sebuah brand yang mengusung konsep upcycling denim. Alih-alih membiarkan jeans lama berakhir di tempat sampah, bahan tersebut diolah kembali menjadi tas fungsional dengan desain modern yang relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.
Menjawab Masalah Fast Fashion
Industri fast fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar di dunia. Pakaian yang cepat berganti tren membuat banyak busana hanya dipakai dalam waktu singkat, lalu dibuang meski kondisinya masih layak. Denim atau jeans menjadi salah satu material yang paling banyak menyumbang limbah karena daya tahannya yang tinggi namun sering ditinggalkan akibat perubahan selera.
Melihat kondisi tersebut, Re.Jeans Project hadir membawa solusi sederhana namun berdampak: memanfaatkan jeans bekas sebagai bahan utama produk. Proses ini tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga memperpanjang siklus hidup material yang seharusnya masih bisa digunakan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas, khususnya jeans, masih bisa punya nilai dan fungsi baru jika diolah dengan kreativitas,” ungkap salah satu anggota tim Re.Jeans Project.
Setiap Tas Punya Cerita Unik
Keunikan utama produk Re.Jeans Project terletak pada eksklusivitasnya. Karena setiap tas dibuat dari potongan jeans bekas yang berbeda, tidak ada dua produk yang benar-benar sama. Perbedaan warna denim, tekstur kain, hingga bekas jahitan lama justru menjadi identitas khas yang memberi karakter unik pada setiap tas.
Konsep ini membuat konsumen tidak hanya membeli sebuah tas, tetapi juga sebuah cerita. Setiap produk menjadi representasi gaya hidup berkelanjutan sekaligus ekspresi individualitas pemakainya.
Dari sisi desain, tas-tas ini dirancang agar tetap fungsional dan sesuai kebutuhan sehari-hari, mulai dari tas selempang, tote bag, hingga model kasual yang cocok digunakan untuk kuliah, bekerja ringan, atau aktivitas santai.
Ramah Lingkungan dan Tetap Terjangkau
Meski mengusung konsep ramah lingkungan dan eksklusif, Re.Jeans Project tidak memposisikan produknya sebagai barang mahal. Tas hasil upcycling ini dipasarkan dengan harga di kisaran Rp100 ribuan, sehingga tetap terjangkau oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa dan anak muda.
Pendekatan harga ini menjadi strategi penting agar produk berkelanjutan tidak hanya dinikmati segmen tertentu, tetapi bisa diakses lebih luas. Dengan begitu, pesan tentang kepedulian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Dari Kampus untuk Lingkungan
Melalui program BONEK Unesa, para mahasiswa tidak hanya belajar tentang bisnis dan pemasaran, tetapi juga bagaimana membangun usaha yang memiliki dampak sosial dan lingkungan. Re.Jeans Project menjadi contoh bahwa kewirausahaan tidak harus selalu berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga bisa menjadi sarana edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.
Inisiatif ini menunjukkan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Dengan ide sederhana, kreativitas, dan keberanian untuk memulai, mereka mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan lingkungan yang kerap dianggap terlalu besar untuk diatasi.
Ke depan, Re.Jeans Project diharapkan dapat terus berkembang, memperluas variasi produk, serta menginspirasi lebih banyak anak muda untuk melihat potensi dari barang-barang yang selama ini dianggap tidak bernilai. Dari jeans bekas menjadi tas ramah lingkungan, kreativitas mahasiswa Unesa membuktikan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil—asal dilakukan dengan konsisten dan penuh kesadaran.
Baca Juga : Tenun Ikat Kediri: Kain yang Bertahan di Tengah Lupa
Cek Juga Artikel Dari Platform : indosiar

