Rosé BLACKPINK Sutradarai MV Number One Girl
Menjelang perilisan album solo terbarunya yang dijadwalkan rilis pada 6 Desember 2024, Rosé kembali mencuri perhatian publik. Setelah sukses besar lewat single kolaborasi “APT.” bersama Bruno Mars, Rosé merilis lagu kedua berjudul “Number One Girl” pada 22 November 2024.
Yang membuat rilisan ini semakin istimewa, Rosé tidak hanya hadir sebagai penyanyi utama, tetapi juga menyutradarai sendiri video musiknya. Langkah ini menegaskan peran Rosé sebagai seniman yang semakin matang dan memiliki kendali penuh atas visi artistiknya, baik dari sisi musik maupun visual.
Nuansa Emosional yang Berbeda dari “APT.”
Jika “APT.” tampil ceria, penuh warna merah muda, dan berenergi pop yang fun, “Number One Girl” justru bergerak ke arah yang berlawanan. Lagu ini mengusung pop ballad bernuansa sendu, menceritakan tentang cinta yang tak terbalas, rasa patah hati, serta kerinduan akan perhatian yang tidak pernah benar-benar didapatkan.
Secara lirik, Rosé menyanyikan perasaan rapuh dengan cara yang jujur dan intim. Emosi yang disampaikan terasa personal, seolah menjadi catatan harian tentang kesepian dan kehilangan. Lagu ini memperlihatkan sisi Rosé yang lebih reflektif dan dewasa, jauh dari hiruk-pikuk kemeriahan idol pop pada umumnya.
Visual Gelap dan Sunyi di Jalanan Seoul
Dalam video musik “Number One Girl”, Rosé tampil sebagai pusat cerita, berjalan sendirian menyusuri malam kota Seoul. Tidak ada narasi kompleks atau karakter tambahan yang mencuri fokus. Kamera mengikuti Rosé dari satu lokasi ke lokasi lain, menciptakan kesan kesepian yang konsisten.
Melansir Teen Vogue, beberapa lokasi ikonik yang ditampilkan antara lain menara pengawas, kolong Jembatan Jamsugyo, taman skate, hingga sudut-sudut kota yang sunyi. Semua elemen visual tersebut memperkuat atmosfer gelap, muram, dan sedikit retro yang menjadi benang merah video ini.
Pilihan tone warna yang redup dan minim cahaya membuat emosi lagu terasa semakin dalam. Seoul ditampilkan bukan sebagai kota gemerlap, melainkan ruang kosong yang menjadi saksi perasaan patah hati Rosé.
Outfit Simpel, Tapi Sarat Makna
Meski menyandang status global star, Rosé tampil sangat sederhana dalam video musik ini. Ia hanya mengenakan crop top monokrom hitam-putih, dipadukan dengan jaket oversized dan baggy jeans biru. Tidak ada gaun glamor atau aksesori mencolok.
Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan utama. Outfit yang effortless mencerminkan kondisi emosional lagu—jujur, polos, dan tanpa topeng. Rambut Rosé ditata bergelombang, kadang dikuncir dua, kadang dibiarkan tergerai, semakin memperkuat kesan raw dan natural.
Ekspresi wajahnya yang muram dan tatapan kosong menjadi bahasa visual yang kuat. Rosé seolah ingin mengatakan bahwa dalam kesedihan terdalam, seseorang tidak membutuhkan kemewahan—cukup ruang untuk merasakan emosi apa adanya.
Disutradarai Sendiri, Lebih Personal
Keputusan Rosé untuk menyutradarai sendiri video musik “Number One Girl” memberi lapisan makna tambahan. Ini bukan sekadar lagu yang dinyanyikan, tetapi cerita yang dikendalikan sepenuhnya oleh sang empunya rasa.
Sebagai sutradara, Rosé tampak sengaja memilih pendekatan minimalis: sedikit properti, sedikit dialog visual, dan fokus penuh pada emosi. Gaya ini membuat penonton merasa lebih dekat, seolah ikut berjalan bersama Rosé di malam Seoul yang sunyi.
Langkah ini juga menandai transformasi Rosé dari idol menjadi musisi auteur—seniman yang tidak hanya tampil, tetapi juga mengarahkan dan membentuk dunianya sendiri.
Benang Merah dengan “APT.”
Meski “APT.” dan “Number One Girl” terdengar sangat berbeda secara musikal dan visual, keduanya memiliki satu benang merah penting: Bruno Mars. Kedua lagu ini ditulis dan diproduksi oleh Bruno Mars bersama Rosé.
Selain Bruno, “Number One Girl” juga digarap bersama Amy Allen, D’Mile, Omer Fedi, Carter Lang, dan Sir Dylan. Kolaborasi lintas musisi ini membuat lagu Rosé tetap relevan secara global, tetapi tidak kehilangan identitas personalnya.
Perbedaan mood antara kedua lagu justru memperlihatkan rentang emosi yang luas dalam album solonya, yang bertajuk rosie.
Babak Baru Setelah Keluar dari YG Entertainment
Album rosie juga menandai fase baru karier Rosé setelah resmi keluar dari YG Entertainment dan bergabung dengan The Black Label. Keputusan ini memberi Rosé ruang kreatif yang lebih luas untuk bereksperimen dan mengeksplorasi identitas musikalnya.
“Number One Girl” menjadi bukti nyata kebebasan tersebut. Tidak ada tuntutan formula K-pop yang kaku. Lagu ini berjalan pelan, emosional, dan sangat personal—sebuah keberanian yang jarang diambil oleh idol besar.
Sorotan di MAMA Awards 2024
Nama Rosé juga kembali menjadi perbincangan hangat lewat kehadirannya di MAMA Awards 2024. Ajang ini menjadi momen bersejarah karena Rosé tampil sebagai solois dan berkolaborasi langsung dengan Bruno Mars di panggung.
Mengutip Koreaboo, kehadiran Rosé di MAMA memicu antusiasme besar, mengingat terakhir kali BLACKPINK tampil di ajang tersebut adalah pada 2017. Kedatangan Rosé dengan gaun hitam sederhana yang dipadukan blazer besar memancarkan aura elegan yang dewasa.
Sorak sorai penonton menggema saat Rosé dan Bruno Mars muncul di layar besar, menandai salah satu momen paling ikonik di MAMA Awards tahun ini.
Kesimpulan
“Number One Girl” bukan sekadar single kedua dari album solo Rosé. Lagu ini adalah pernyataan artistik—tentang kesedihan, kejujuran emosi, dan kebebasan berekspresi. Dengan menyutradarai sendiri video musiknya dan tampil dalam outfit yang sangat simpel, Rosé menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari kejujuran.
Menjelang perilisan album rosie, Rosé tampak semakin mantap melangkah sebagai musisi global dengan identitas kuat. “Number One Girl” menjadi bukti bahwa ia tidak hanya “number one” di panggung, tetapi juga dalam mengendalikan arah seninya sendiri.
Baca Juga : Gaya Cool Pemain Timnas Indonesia Jadi Model Gucci
Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital

