TWICE Pancarkan Percaya Diri di Kampanye Valentine PINK
Cinta tidak selalu hadir dalam bentuk romansa. Ia bisa muncul dalam persahabatan, kebersamaan, hingga penerimaan terhadap diri sendiri. Pesan inilah yang menjadi benang merah kampanye Valentine’s Day 2026 dari Victoria’s Secret PINK, yang menggandeng TWICE sebagai wajah utama koleksi terbarunya bertajuk Wink.
Kolaborasi ini terasa istimewa, bukan hanya karena memadukan dua ikon global dari dunia fashion dan musik, tetapi juga karena momentum yang mengiringinya. Awal 2026 menjadi fase baru bagi TWICE setelah melewati satu tahun penuh pencapaian besar yang semakin mengukuhkan posisi mereka di panggung internasional. Dari sinilah kampanye Valentine’s Day PINK terasa lebih dari sekadar promosi busana—ia menjadi perayaan perjalanan, kepercayaan diri, dan kedewasaan sebuah girl group.
Dari Runway Ikonik ke Kampanye Valentine
Tahun sebelumnya menjadi tonggak penting dalam karier TWICE. Mereka mencatat sejarah sebagai girl group K-pop pertama yang menjadi headliner festival musik global, merilis album perayaan satu dekade perjalanan, hingga tampil di panggung Victoria’s Secret Fashion Show. Kehadiran mereka di runway kala itu bukan hanya simbol kolaborasi lintas industri, tetapi juga penegasan bahwa TWICE telah melampaui batasan genre dan pasar.
Kampanye Valentine’s Day PINK 2026 terasa seperti kelanjutan yang natural dari momen tersebut. Jika runway menghadirkan kesan megah dan glamor, kampanye Wink justru membawa sisi yang lebih intim, playful, dan personal. Dari sorotan lampu panggung besar, TWICE kini masuk ke dunia PINK yang penuh warna, ringan, dan tetap empowering.
Koleksi Wink: Flirty, Fungsional, dan Fleksibel
Koleksi Wink dirancang untuk merayakan berbagai bentuk cinta—termasuk cinta pada diri sendiri. Siluetnya memadukan desain flirty dengan kenyamanan yang bisa dikenakan sepanjang tahun, tidak terbatas pada momen Valentine saja. Salah satu item andalannya adalah Wink Plunge Bra, yang dirancang untuk mendukung bentuk tubuh dengan potongan feminin tanpa mengorbankan rasa nyaman.
Bagi dua member TWICE, Momo dan Jihyo, bekerja sama dengan Victoria’s Secret PINK merupakan mimpi lama yang akhirnya terwujud. Mereka menggambarkan kampanye ini seperti benar-benar “masuk ke dunia PINK”—sebuah ruang ekspresi yang fun, ceria, dan memberi ruang untuk menjadi diri sendiri.
Busana sebagai Sumber Percaya Diri
Bagi TWICE, pakaian bukan sekadar soal tampilan luar. Ia berkaitan erat dengan perasaan dan kepercayaan diri. Tzuyu menekankan bahwa kenyamanan adalah kunci utama, terutama untuk busana yang dikenakan sehari-hari. Ketika tubuh merasa nyaman, kepercayaan diri pun tumbuh secara alami.
Jihyo, yang dikenal dengan aura kuat di atas panggung, justru menikmati sisi playful dari koleksi Wink. Baginya, busana PINK memberi ruang untuk menampilkan sisi feminin yang lebih ringan dan ceria. Momo pun mengungkapkan bahwa nuansa Valentine langsung terasa sejak pertama kali mengenakan underwear dan piyama PINK—cute, nyaman, dan mampu membangkitkan mood positif.
Di balik gemerlap panggung dan jadwal padat, para member TWICE menempatkan self-love sebagai fondasi. Nayeon menyoroti pentingnya mengenal diri sendiri dan menerima setiap sisi yang ada. Menurutnya, kepercayaan diri sejati tidak datang dari standar luar, melainkan dari pemahaman akan siapa diri kita sebenarnya.
Valentine’s Day: Lebih dari Sekadar Romansa
Ketika berbicara tentang Valentine’s Day ideal, jawaban para member TWICE terasa sederhana dan membumi. Nayeon membayangkan momen menikmati cokelat tanpa batas, sementara Momo membayangkan berbagi dessert buatan sendiri dengan orang-orang terdekat. Tzuyu bahkan membayangkan menonton konser TWICE bersama orang tersayang, mengenakan koleksi PINK sebagai simbol kebersamaan.
Pandangan ini sejalan dengan pesan utama kampanye Wink: Valentine bukan hanya tentang pasangan romantis, tetapi juga tentang merayakan hubungan yang bermakna—dengan sahabat, keluarga, dan diri sendiri. Di sinilah TWICE dan Victoria’s Secret PINK bertemu dalam visi yang sama: cinta sebagai energi positif yang inklusif.
TWICE dan Evolusi Citra Global
Kolaborasi ini juga menandai evolusi citra TWICE. Dari girl group yang dikenal dengan konsep ceria dan catchy, mereka kini tampil sebagai figur global yang matang, percaya diri, dan relevan lintas generasi. Kampanye Valentine’s Day PINK tidak mengubah identitas TWICE, melainkan memperluasnya—menunjukkan bahwa mereka bisa tampil playful tanpa kehilangan kekuatan pesan.
Bagi penggemar, kampanye ini menjadi pengingat bahwa perjalanan TWICE bukan hanya tentang musik dan prestasi, tetapi juga tentang pertumbuhan personal. Mereka tumbuh bersama penggemarnya, membawa pesan bahwa mencintai diri sendiri adalah bagian penting dari perjalanan hidup.
Perayaan Cinta dalam Banyak Bentuk
Melalui koleksi Wink dan kampanye Valentine’s Day 2026, Victoria’s Secret PINK dan TWICE menghadirkan narasi yang hangat dan relevan. Di tengah dunia yang sering menetapkan standar sempit tentang cinta dan kecantikan, kampanye ini menawarkan perspektif yang lebih luas: cinta hadir dalam keberanian menjadi diri sendiri, dalam tawa bersama sahabat, dan dalam rasa nyaman terhadap tubuh dan identitas kita.
TWICE tampil bukan hanya sebagai bintang kampanye, tetapi sebagai representasi generasi yang merayakan cinta dengan cara mereka sendiri. Percaya diri, tulus, dan penuh warna—itulah pesan yang mereka pancarkan, sejalan dengan semangat PINK di Valentine’s Day 2026.
Baca Juga : Klamby Luncurkan Eid Series 2026 Lewat Film Musikal
Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal

