Gebyar Budaya Sunter Jaya Meriahkan Milad ke-6 Sinlamba Batavia
Suasana Ruang Terbuka Hijau Pulo Besar Elok, Sunter Jaya, Jakarta Utara, tampak semarak saat Sanggar Pencak Silat Sinlamba Batavia menggelar Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-6 sanggar, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan perayaan budaya Betawi bersama masyarakat.
Acara budaya tersebut diprakarsai oleh H. Mukhlis, yang akrab disapa Babe Mukhlis, selaku tokoh Betawi dan Pembina Yayasan Sinlamba Batavia. Sejak pagi hari, ratusan warga Sunter dan sekitarnya memadati area acara untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional yang sarat nilai kebudayaan.
Silat, Tari, dan Musik Tradisi
Gebyar budaya ini menampilkan beragam kesenian Betawi, mulai dari atraksi pencak silat, tari tradisional, marawis, hingga hiburan musik. Sejumlah perguruan pencak silat dari berbagai wilayah DKI Jakarta turut ambil bagian, menampilkan jurus-jurus khas yang memikat perhatian penonton.
Salah satu penampilan yang paling menyedot perhatian datang dari Babe Mukhlis sendiri. Ia memperagakan demonstrasi tenaga dalam yang membuat penonton terpukau dan memberi warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Selain itu, kehadiran band SOJ (Smile of Jamaica) menghadirkan nuansa hiburan yang segar dan membuat suasana semakin hidup.
Panggung budaya juga dimeriahkan oleh penampilan seniman Betawi ternama seperti Opie Kumis dan Sabar Bokir, yang sukses menghibur sekaligus menguatkan pesan bahwa seni tradisi Betawi masih relevan di tengah kehidupan masyarakat urban.
Dukungan Tokoh dan Wakil Rakyat
Acara Gebyar Budaya Sunter Jaya turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat. Di antaranya Hasbiallah Ilyas, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, serta Hengky Wijaya, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB. Hadir pula Ketua Pokja PWI Walikota Jakarta Timur Rudolf Simbolon dan sejumlah tokoh masyarakat Sunter.
Dalam sambutannya, Hasbiallah Ilyas menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Betawi, khususnya di wilayah yang plural seperti Sunter. Menurutnya, budaya merupakan simbol identitas sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Senada dengan itu, Hengky Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang silaturahmi dan sarana memperkuat jati diri masyarakat ibu kota. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan.
Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama
Selain menampilkan hiburan budaya, Gebyar Budaya Sunter Jaya juga mengusung nilai kepedulian sosial. Panitia bersama tokoh masyarakat memberikan santunan kepada 60 anak yatim sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di momen peringatan milad sanggar.
Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Babe Mukhlis bersama perwakilan pemerintah setempat. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta kelestarian budaya Betawi agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai sesi penutup ini, menjadi kontras yang indah setelah rangkaian pertunjukan budaya yang meriah.
Komitmen Melestarikan Budaya Betawi
Perayaan enam tahun Sanggar Sinlamba Batavia menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur. Melalui Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya, Sinlamba Batavia menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan seni bela diri pencak silat, menghidupkan nilai-nilai kebetawian, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Warga Sunter Jaya pun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Dengan demikian, budaya Betawi diharapkan dapat terus dikenal dan diapresiasi, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh penjuru Nusantara.
Baca Juga : Identitas Dayak Warnai Bali Fashion Trend 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : dapurkuliner

