Klamby Luncurkan Eid Series 2026 Lewat Film Musikal
Menyambut momen Idul Fitri yang selalu sarat makna, Klamby kembali menghadirkan pendekatan kreatif yang berbeda dalam memperkenalkan koleksi terbarunya. Tahun ini, jenama modest fashion yang dikenal dengan siluet feminin dan sarimbit keluarga tersebut meluncurkan Eid Series 2026 bertajuk “Nala Collections”, sebuah rangkaian busana yang menempatkan nilai keluarga, cinta, dan empati sebagai inti narasi.
Berbeda dari peluncuran koleksi pada umumnya yang identik dengan runway konvensional, Klamby memilih dua medium sekaligus: film musikal bertema keluarga dan digital fashion show. Strategi ini menegaskan posisi Klamby bukan sekadar sebagai merek busana, tetapi juga storyteller yang menyampaikan pesan emosional lewat karya kreatif lintas medium.
Makna “Nala” dalam Eid Series 2026
Nama Nala dipilih bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Sansekerta, Nala berarti jantung hati. Bagi Klamby, Nala menjadi simbol dari cinta terdalam, kehangatan rumah, dan suara hati yang sering kali terabaikan di tengah dinamika keluarga.
Koleksi ini terinspirasi dari realitas banyak keluarga modern—hubungan orang tua dan anak yang penuh cinta, namun tak jarang menyimpan luka kecil akibat kurangnya komunikasi. Melalui Nala Collections, Klamby ingin menghadirkan busana yang tak hanya indah dikenakan saat Idul Fitri, tetapi juga merepresentasikan perasaan pulang, diterima, dan didengar.
Film Musikal “Nala: Dengar Aku Juga”
Sebagai bagian utama kampanye, Klamby merilis film musikal berjudul “Nala: Dengar Aku Juga”. Film ini dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman sebagai sosok ayah, Tika Bravani sebagai ibu, serta Quin Salman dan Michelle Ziudith yang memerankan dua kakak-beradik, Laras dan Nala.
Film berdurasi kurang dari satu jam ini mengangkat cerita sederhana namun relevan: dinamika keluarga kecil dengan dua anak perempuan, di mana sang anak sulung, Laras, mulai merasa perhatiannya berkurang seiring bertambahnya usia dan hadirnya adik.
Sutradara Debast Jatin menjelaskan bahwa film ini sengaja dirancang dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia.
“Kali ini kami ingin membuat short movie yang lebih dekat dengan hubungan orang tua dan anak. Film ini juga dirancang agar bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga terasa seperti film keluarga yang menyenangkan,” ujarnya.
Suara Anak Pertama yang Sering Terabaikan
Salah satu kekuatan film “Nala: Dengar Aku Juga” terletak pada sudut pandang anak pertama. Laras digambarkan sebagai sosok yang dulunya mendapatkan perhatian penuh, namun perlahan merasa harus mengalah karena dianggap lebih mandiri dan lebih dewasa.
Fenomena ini kerap terjadi di banyak keluarga: anak sulung sering diasumsikan kuat, sehingga kebutuhan emosionalnya tak lagi menjadi prioritas. Film ini tidak menyalahkan siapa pun, melainkan mengajak penonton memahami pentingnya komunikasi dan empati di dalam keluarga.
Lewat balutan musik dan visual hangat, pesan tersebut terasa ringan namun mengena—selaras dengan nilai Idul Fitri sebagai momentum saling memaafkan dan memperbaiki hubungan.
Digital Fashion Show: Adaptasi Tren dan Teknologi
Tak berhenti pada film musikal, Klamby juga memperkenalkan digital fashion show sebagai medium kedua. Peragaan busana ini disajikan dalam format video sinematik yang menampilkan detail Nala Collections secara lebih dekat dan personal.
Digital fashion show dipilih sebagai respons terhadap perubahan cara audiens menikmati fashion. Dengan format digital, koleksi dapat diakses lebih luas oleh konsumen di berbagai daerah, sekaligus memberikan pengalaman visual yang lebih intim dibandingkan runway konvensional.
Melalui konsep ini, Klamby menampilkan siluet khasnya—potongan longgar, warna lembut, serta motif yang merefleksikan kehangatan dan kebersamaan. Koleksi sarimbit keluarga kembali menjadi sorotan, menguatkan identitas Klamby sebagai brand yang dekat dengan momen kebersamaan.
Fashion sebagai Medium Cerita
Peluncuran Nala Collections menegaskan filosofi Klamby bahwa fashion bukan sekadar pakaian, melainkan medium bercerita. Setiap potongan busana, warna, dan detail dirancang untuk merepresentasikan emosi dan nilai yang ingin disampaikan.
Pendekatan ini membuat koleksi Eid Series 2026 terasa lebih personal. Konsumen tidak hanya membeli busana untuk dikenakan saat Lebaran, tetapi juga membawa pulang cerita tentang keluarga, penerimaan, dan kasih sayang.
Relevansi dengan Momen Idul Fitri
Idul Fitri selalu identik dengan kembali ke rumah dan mempererat tali silaturahmi. Melalui Nala Collections, Klamby menangkap esensi tersebut dengan cara yang lebih reflektif. Bukan hanya tentang tampil seragam dan cantik, tetapi juga tentang mendengarkan satu sama lain dan merawat hubungan keluarga.
Kampanye ini juga menjawab kebutuhan keluarga modern yang menginginkan busana modest yang nyaman, estetik, dan memiliki nilai emosional.
Penutup
Lewat film musikal “Nala: Dengar Aku Juga” dan digital fashion show, Klamby berhasil menghadirkan pendekatan baru dalam peluncuran koleksi Lebaran. Eid Series 2026 Nala Collections bukan hanya menampilkan busana, tetapi juga menyuarakan kisah keluarga yang dekat dengan keseharian banyak orang.
Dengan menggabungkan fashion, film, dan teknologi digital, Klamby memperkuat posisinya sebagai jenama modest fashion yang relevan secara estetika sekaligus emosional—menghadirkan busana yang tak hanya dikenakan, tetapi juga dirasakan.
Baca Juga : Rosé BLACKPINK Sutradarai MV Number One Girl
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabandar

