Kemenag Peringati Hari Amal Bakti ke-80 di Bone
Ribuan Peserta Meriahkan Hari Amal Bakti Kemenag
Kementerian Agama Republik Indonesia memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan menggelar kegiatan besar yang melibatkan puluhan ribu peserta. Sedikitnya 38 ribu orang memadati pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta Jalan Sehat Kerukunan yang dipusatkan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pegawai Kementerian Agama dari berbagai daerah, tetapi juga melibatkan tokoh lintas agama serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen tersebut menegaskan semangat kebersamaan dan kerukunan yang menjadi nilai utama dalam peringatan Hari Amal Bakti tahun ini.
Lapangan Merdeka Jadi Pusat Perayaan
Pembukaan Porseni dan Jalan Sehat Kerukunan dipusatkan di Lapangan Merdeka Bone. Sejak pagi hari, kawasan ini dipadati peserta dengan berbagai atribut Kemenag, spanduk kerukunan, serta nuansa perayaan yang kental dengan semangat persatuan.
Lapangan Merdeka Bone dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki nilai historis dan mampu menampung peserta dalam jumlah besar. Suasana penuh kebersamaan terlihat jelas, mulai dari barisan peserta jalan sehat hingga penonton yang memadati area sekitar.
Himpun Bantuan Kemanusiaan Rp140 Miliar
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag juga berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan senilai Rp140 miliar. Dana tersebut diperoleh dari partisipasi berbagai pihak yang hadir dan akan disalurkan kepada korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Pengumpulan bantuan kemanusiaan ini menjadi salah satu sorotan utama kegiatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Amal Bakti tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menteri Agama Lepas Peserta Jalan Sehat
Peserta Jalan Sehat Kerukunan dilepas langsung oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia. Sebelum pelepasan, para peserta dan tamu undangan disuguhi beragam pertunjukan seni budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia.
Atraksi pencak silat dari santri Pondok Pesantren Darul Huffadh 77 Bone tampil memukau dan disambut meriah oleh peserta. Tak hanya itu, penampilan tarian Barongsai dari Ponpes DDI Galesong Baru Makassar turut menambah warna kebinekaan dalam acara tersebut.
Simbol 80 Tahun Kementerian Agama
Pelepasan peserta Jalan Sehat Kerukunan ditandai dengan penerbangan 80 balon ke udara. Balon-balon tersebut menjadi simbol perjalanan 8 dekade Kementerian Agama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Simbolisasi ini menjadi momen yang cukup emosional bagi para peserta, mengingat Kementerian Agama telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di Indonesia sejak berdiri.
Momentum Memperkuat Kerukunan
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti merupakan momentum strategis untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.
“Ini adalah 8 dekade atau 80 tahun Kementerian Agama. Kita berharap Kementerian Agama bisa memberikan pencerahan dan memperkuat kerukunan kepada warga masyarakat kita,” ujar Nasaruddin Umar, dikutip dari Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga peran Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial menjadi semakin penting.
Porseni sebagai Sarana Silaturahmi
Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar dalam rangka Hari Amal Bakti ke-80 juga menjadi sarana silaturahmi antarpegawai Kemenag dan masyarakat. Berbagai cabang olahraga dan seni dipertandingkan sebagai ajang mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat sportivitas.
Porseni dinilai efektif dalam membangun kekompakan, tidak hanya di internal Kemenag, tetapi juga dengan masyarakat luas yang turut berpartisipasi dan menyaksikan kegiatan tersebut.
Peran Kemenag dalam Kehidupan Bangsa
Selama 80 tahun perjalanan, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai dari pengelolaan pendidikan keagamaan, pelayanan haji dan umrah, hingga pembinaan kerukunan umat beragama.
Hari Amal Bakti menjadi pengingat bahwa tugas Kemenag tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan. Melalui kegiatan seperti Jalan Sehat Kerukunan dan penggalangan dana bencana, Kemenag menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat.
Antusiasme Peserta dan Masyarakat
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai puluhan ribu orang. Masyarakat Bone menyambut baik kehadiran acara berskala nasional ini, yang turut menggerakkan perekonomian lokal dan memperkenalkan Bone sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kerukunan.
Banyak peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman berkesan, karena selain berolahraga dan bersilaturahmi, mereka juga merasa menjadi bagian dari gerakan sosial dan kemanusiaan.
Kerukunan sebagai Fondasi Pembangunan
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag menegaskan kembali bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting bagi pembangunan nasional. Tanpa kerukunan, stabilitas sosial sulit terwujud dan pembangunan tidak akan berjalan optimal.
Melalui kegiatan lintas agama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Kemenag ingin menanamkan pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang damai dan berkeadilan.
Penutup: 80 Tahun Mengabdi untuk Kerukunan
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Bone menjadi refleksi perjalanan panjang lembaga ini dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Dengan melibatkan puluhan ribu peserta, menghimpun bantuan kemanusiaan, serta menampilkan keberagaman budaya, Kemenag menegaskan perannya sebagai penjaga kerukunan bangsa.
Di usia delapan dekade, Kementerian Agama diharapkan terus bertransformasi, memperkuat sinergi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Baca Juga : 6 Gaya OOTD Asmirandah yang Santai tapi Tetap Stylish
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina

